Tarif Kereta Commuter Line, Makin Jauh Makin Mahal

Share

image

WWW,KARAWANGTRAVEL.COM | PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berencana menerapkan mekanisme penghitungan tarif progresif, berdasarkan jarak kilometer yang ditempuh menumpang. Mekanisme ini, rencananya akan diterapkan pada 1 April 2015.

Dirut KCJ Muhammad Fadhil mengatakan kebijakan tersebut didasari adanya perubahan Peraturan Menteri Perhubungan No. 5 Tahun 2014 menjadi Peraturan Menteri Perhubungan No. 17 Tahun 2015 tentang Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi, dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api.

“Per 1 April 2015 kami akan menetapkan tarif per kilometer tempuh. Ini adalah bagian dari peningkatan layanan,” tutur dia di Stasiun Juanda, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Fadhil mengungkapkan, pada mekanisme sebelumnya yang memberlakukan sistem tarif berdasarkan jumlah stasiun yang dilalui. Namun,kini dengan perubahan mekanisme untuk 1-25 km pertama, penumpang dikenakan biaya Rp2.000, sementara untuk 10 km berikutnya atau kelipatannya, penumpang mengenakan biaya tambahan Rp1.000.

“Melalui mekanisme baru, sejumlah relasi pada perjalanan KRL Jabodetabek akan mengalami perubahan tarif dan tarif tetap,” ujarnya.

Sekadar informasi, berdasarkan kebijakan tersebut contoh relasi perjalanan yang diberlakukan tarif tetap dan berubah, meliputi Bogor-Jakarta Kota tarifnya tetap Rp5.000, Tanah Abang-Sudimara tarifnya tetap Rp5.000.

Bogor-Tanah Abang dari Rp4.500 menjadi Rp5.000, Cilebut-Tanah Abang dari Rp4.500 menjadi Rp4.000, Bekasi-Jakarta Kota dari Rp3.500 menjadi Rp3.000.

(137)

Share
9