Pramugari Muslim Diskors, Gara-gara Tolak Sajikan Alkohol

Share

Charee Stanley, 40 tahun, terpaksa berhenti sementara waktu dari pekerjaannya sebagai pramugari pada maskapai penerbangan ExpressJet Airlines berbasis di Detroit, Michigan, Amerika Serikat. Maskapai itu menjatuhkan skorsing lantaran Stanley menolak menyajikan alkohol kepada penumpang.

Stanley merupakan seorang muslimah. Dia selalu mengenakan hijab dalam bekerja dan dia meyakini alkohol merupakan benda haram menurut hukum Islam.

Dia kemudian mengajukan keluhan diskriminasi kepada Equal Employment Opportunity Commission Selasa lalu. Menurut Stanley, maskapai tempatnya bekerja telah sepakat memberinya dispensasi untuk tidak menyuguhkan minuman beralkohol.

Sebagai gantinya dia akan berkoordinasi dengan rekan sesama pramugari non-muslim untuk melakukan tugas menyuguhkan minuman beralkohol.

Lazada Indonesia

Stanley telah bekerja untuk maskapai penerbangan itu selama hampir tiga tahun. Selama bekerja tersebut dia memeluk agama Islam.

Stanley kemudian berkonsultasi dengan supervisornya pada bulan Juni setelah mengetahui bahwa agamanya melarang bukan hanya mengkonsumsi tetapi juga menyajikan alkohol.

“Atas petunjuk maskapai Stanley mulai berkoordinasi dengan pramugari lain sehingga ketika penumpang meminta alkohol, pramugari itu yang akan memenuhi permintaan tersebut,” kata pengacara pada Council on American-Islamic Relations Lena Masri.

Namun salah satu rekan kerja Stanley mengeluh karena Stanley menolak melayani penumpang yang meminta minuman beralkohol. Akibatnya, maskapai mencabut dispensasi tentang keyakinan agamanya dan tidak mengecualikannya dari tugas menyuguhkan minuman beralkohol.

Stanley pun mendapatkan cuti administratif selama satu tahun tanpa dibayar, kata Masri.

“Dia diharuskan cuti tetapi tidak dibayar karena surat ExpressJet Airlines yang diberikan kepadanya,” kata Masri.

Masri mengaku keluhan terhadap Stanley adalah diskriminatif lantaran Stanley diketahui membawa sebuah buku dengan ‘tulisan asing’ (Alquran) dan mengenakan hijab.

Seorang juru bicara ExpressJet Airlines mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email maskapai menghargai keberagaman tapi menolak mengomentari tuntutan yang disampaikan Stanley.

Lazada Indonesia

“Di ExpressJet Airlines, kami merangkul dan menghargai nilai-nilai semua anggota tim kami. Karyawan kami memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keragaman dalam tenaga kerja kami,” kata pernyataan itu.

ExpressJet Airlines memiliki 9.000 karyawan, 388 pesawat dan rata-rata 2.200 penerbangan setiap hari, menurut situs resmi perusahaan penerbangan tersebut. (dream.co.id)

(98)

Share
2