Pemerintah Cari Cara Bangun Akses Transportasi ke Bandara Karawang

Share

WWW.K-TRAVEL.INFO | Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan, kementerian masih mencari cara untuk menempatkan lokasi bandara Karawang tanpa menambah permasalahan baru. Sebab, pembangunan bandara ini dikhawatirkan akan mengganggu areal sawah di sekitar lokasi.

Lazada Indonesia

Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, Basoeki Hadimoeljono, ketika ditemui di sela pengumuman pemenang Jakarta Green City 2050, Rabu 23 Oktober 2013, mengungkapkan, jika akses ke bandara berupa jalan, dikhawatirkan akan mengganggu sawah-sawah yang berada di Karawang.

“Kalau dibangun akses berupa jalan ke bandara, nanti di pinggir-pinggir jalan itu akan muncul bangunan yang mengikuti pembangunan fasilitas akses itu, seperti di Soekarno-Hatta saat ini,” kata dia di Jakarta.

Perubahan peruntukan tata ruang ini, menurut dia, amat berbahaya. Sebab, tanah di Karawang merupakan tanah kelas satu untuk areal persawahan.

Jika di Karawang diperuntukkan sawah seluas satu hektare, menurut Basoeki, produksinya akan setara dengan sawah seluas tiga hektare di luar Jawa.

Selain itu, dia menambahkan, area yang dijadikan sebagai lumbung padi nasional tersebut dikhawatirkan semakin berkurang, jika lahan digunakan untuk pembangunan jalan. Saat ini, areal sawah yang hanya 7,2 juta hektare di daerah itu diharapkan tidak berkurang.

Ia mengungkapkan, ada beberapa alternatif yang dipikirkan untuk akses jalan ke bandara. Pertama, pembangunan jalan layang, sehingga sawah-sawah yang berada di sepanjang jalan tidak berubah peruntukannya.

Lazada Indonesia

“Kami juga pakai opsi menggunakan kereta saja seperti di Bandara Kualanamu,” katanya.

Selain itu, menurut dia, untuk pembangunan bandara Karawang tersebut, harus melakukan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah di Jawa Barat. Namun, untuk persoalan itu, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Sumber : viva.co.id

(445)

Share
1